Aktualisasi Gerakan Kembali Ke Meja Makan Di Bulan Ramadhan

Oleh : Ahmad Fasni, S.SosI

(Penyuluh KB Ahli Muda BKKBN Sumbar)

Belum lama ini Pemerintah melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mencanangkan Gerakan Kembali ke Meja Makan. Istimewanya Sumatera Barat atau tepatnya Kota Padang ditunjuk sebagai lokasi pencanangan Gerakan tersebut.

Gerakan Kembali Ke Meja Makan merupakan sebuah upaya bersama untuk mengingatkan kembali anggota keluarga akan pentingnya meluangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi bersama. Karena dewasa ini waktu untuk berkumpul bersama bagi kebanyakan keluarga menjadi amat terbatas serta sulit untuk dilakukan.Semua itu disebabkan oleh banyak hal diantaranya akibat padatnya jadwal pekerjaan atau aktifitas setiap anggota keluarga terutama orangtua, jarak antara rumah dan tempat pekerjaan, sekolah, kampus dan layanan public lainnyayang cukup jauh sehingga membuat banyak waktu terpakai.

Selain itu juga akibat perkembangan teknologi internet saat ini yang membawa tantangan tersendiri bagi ketahanan keluarga, khususnya media sosial membuat interaksi langsung sesama anggota keluarga berkurang. Komunikasi sering dilakukan hanya melalui ponsel atau media sosial. Sehingga semua itu sampai mengubah pola asuh orang tua kepada anaknya. Padahal komunikasi langsung atau fisik menjadi sesuatu yang sangat menentukan keharmonisan rumah tangga dan perekatan hubungan emosional yang lebih kuat antara orang tua dan anak.

Komunikasi bukan sekadar dialog suara dan gambar yang terhubung melalui ponsel tetapi kebersamaan dan kedekatan menjadi sesuatu yang berharga. Kedekatan emosional tersebut akan semakin kuat manakala semua anggota keluarga sering berkumpul bersama.

Banyak penelitian mengungkap manfaat makan bersama keluarga mampu merekatkan hubungan antara sesama anggota keluarga. Lewat suasana santai, informal, diselingi candaan sehingga akhirnya akan membuat anak dapat mengungkapkan segala hal tentang lingkungan sosial, sekolah, kampus, teman, hoby dan sebagainya. Mereka mempunyai saluran yang tepat untuk mencurahkan persoalan yang terpendam. Kemudian orang tua bisa membimbing anak-anak menyelesaikan setiap persoalan yang muncul dari si anak tersebut. Selain itu orang tua juga mempunyai kesempatan untuk melihat perubahan perilaku anak termasuk ekspresi mereka, karena dari ekspresi bisa terlihat apakah si anak mempunyai masalah yang terpendam atau tidak.

Menurut penelitian yang dilakukan Syracuse University, rutinitas keluarga seperti makan malam bersama bisa berkaitan erat dengan pernikahan yang lebih bahagia, meningkatkan kesehatan anak-anak, dan hubungan keluarga yang lebih kuat.Sementara Valerie Steves seorang profesor dan peneliti dari Universitas Ottawamengatakan bahwa satu hal penting yang perlu dilakukan keluarga yakni makan bersama, terutama di waktu makan malam.Selanjutnya Brad Sachs, PhD, pakar psikologis keluarga dari Columbia mengungkapkan bahwa makan bersama adalah cara yang paling mendasar untuk menciptakan kedekatan dalam keluarga.

Momentum Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhandapat menjadi momen istimewa yang ditunggu-tunggu, karena menjadi saat yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan bersama-sama pada saat bulan ramadhan, mulai dari menyantap sahur, beribadah bersama, berbuka puasa bersama.

Jika di waktu lain untuk menikmati kebersamaaan bersama keluarga menjadi suatu hal yang sulit terjadi. Maka di bulan ramadhan momen kebersamaan dapat dengan mudah terjalin kembali. Momen puasa dapat mengembalikan nilai keharmonisan dan keakraban keluarga. Orangtua yang biasanya sangat sibuk dengan rutinitas pekerjaan atau anak-anak yang juga sibuk dengan kegiatan sekolah atau kampus maka di bulan ramadhan suasana kebersamaan itu dapat dengan mudah dibangun kembali.

Momen sahur dan berbuka menjadi momen yang selalu dinanti, karena seluruh anggota keluarga bisa berkumpul dengan lengkap. Saat sahur misalnya, tanpa adanya paksaandi pagi buta tersebut seolah-olah menjadi magnet otomatis bagi seluruh anggota keluarga untuk berkumpul di tengah waktu sahur yang terbatas. Kebersamaan anggota keluarga tersebut terjalin mulai dari saling membangunkan dan mengingatkan setiap anggota keluarga untuk bangun sahur. Setelah itu momen kebersamaan pun semakin terasa saat seluruh anggota keluarga berkumpul di meja makan untuk menyantap hidangan sahur.

Momen selanjutnya adalah saat berbuka puasa, kebersamaan tersebut dapat dimulai ketika berkumpul menunggu datangnya waktu berbuka, kemudian dilanjutkan pada saat berbuka bersama di meja makan. Kesempatan tersebut bisa dijadikan sebagai ajang untuk saling bertukar cerita, curhat, hingga berbagi inspirasi, untuk semakin meningkatkan rasa kebersamaan dengan keluarga.