BKKBN Luncurkan Program Banggakencana

Pemberian penghargaan Pengelolaan Program KKBPK Th 2019 dan Penerapan Program Banggakencana th 2020 kepada kepala OPD KB Kab. Dharmasraya (Terbaik I), Kab. Pessel (Terbaik II) l, Kota Padang (Terbaik III). (dok.BKKBN)

 

Kabar62.com – BKKBN melakukan branding program yang lebih mendekatkan kepada generasi milenial. Jika sebelumnya disebut Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi BanggaKencana.

KKBPK dianggap kurang merakyat dan sulit untuk diingat dan dibaca, kini diubah menjadi BanggaKencana (pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana). Hal ini untuk menyonsong bonus demografi, dimana penduduk Indonesia lebih didominasi oleh generasi milenial.

“Permasalahan program BanggaKencana dimana Total Fertility Rate (TFR) dan Age Specific Fertility Rate (ASFR) di Sumatera Barat (Sumbar) masih tinggi, 2,68% (SKAP 2019). TFR adalah jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang wanita usia subur,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Ir. Hj. Etna Estelita. Msi, saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi daerah BanggaKencana dalam era milenial, Indonesia maju, sejahtera, dan berkeadilan, di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis (5/3).

Ia mengatakan, untuk ASFR Sumbar berdasarkan hasil Survei SKAP 2019 adalah sebesar 33 per 1000 wanita. Selain itu unmet need masih tinggi 10,8% (SKAP 2019).

“Unmet Need adalah kondisi dimana pasangan usia subur (PUS) menginginkan pemasangan alat kontrasepsi, namun tidak tersedia, sehingga PUS tersebut tidak memakai alat kontrasepsi,” tambahnya.

Sementara migrasi keluar yang masih tinggi, mengakibatkan berkurangnya jumlah umur usia produktif (Bonus Demografi tidak tercapai) 1.151.433 (SP BPS 2010). Angka stunting juga masih tinggi yakni 53.826 (Bapennas), dimana Kab. Pasaman 9.871 kasus, Kab. Pasaman Barat 13.753 kasus, Kab. Solok 14.368 kasus, dan Kab. Lima Puluh Kota 15.834 kasus.

Menurunnya capaian KB MKJP, karena masih ada provider yang belum kompeten/ dilatih pemasangan IUD dan Implant. Untuk dana penggerakan IUD dan Implant hanya 14 Kab/Kota (yang tidak mendapatkan dana penggeran Kab. Dharmasraya, Kab. Sijunjung, Kota Sawahlunto, Kota Solok, dan Kab. Limapuluh Kota)

“Masih rendahnya Pelayanan KB baru pasca persalinan dan pasca  keguguran 16,88%,” ujarnya.

Terkait Hari keluarga Nasional (Harganas) XXVI dilaksanakan di Kota Padang pada tanggal 11 Juli 2020, dengan pusat kegiatan dilaksanakan di lapangan Imam Bonjol, Padang. Untuk Harganas kali ini akan dilaksanakan secara bersamaam dengan Peringatan Hari Anak Nasional. Beberapa agenda sudah disusun dalam rangkaian kegiatan harganas-HAN yang akan dimulai pada tanggal 8 s/d 11 Juli 2020,

Sementara Direktur Pelaporan dan Statistik BKKBN Pusat, Drs. Rudy Budiman, mengatakan bahwa secara umum pencapaian program BanggaKencana masih belum sesuai harapan.

“Harusnya 2.28.

Semoga kinerja Program BanggaKencana semakin baik dari tahun ke tahun,” harapnya.

Sedangkan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan BanggaKencana merupakan tagline baru muncul belum lama ini. Dulu KKBPK, sekarang BanggaKencana.

“Pembangunan keluarga dan pembentukan KB tidak semata-mata kelahiran dengan jumlah. Tapi dengan BanggaKencana memberikan penekanan bahwa BKKBN memfokuskan kepada pembangunan keluarga,” katanya.

Termasuk di dalamnya keluarga berkualitas, utuh, tahan, harmonis. Cukup dua atau mungkin lebih dengan rencana. Ini harus dipahami bahwa orientasi BKKBN adalah pembangunan keluarga. (*)

 

link berita : https://www.kabar62.com/2020/03/bkkbn-luncurkan-program-banggakencana.html