BKKBN Sumatera Barat Gelar Talkshow dan Dialog Interaktif Bersama Sestama BKKBN dan Forum GenRe Sumatera Barat

Salah satu amanah dan Undang-Undang no 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga pasal 48 ayat (1) menyebutkan bahwa kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga sebagaimana dimaksud dalam pasal 47 dilaksanakan melalui peningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi pendidikan konseling dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. Berbicara tentang remaja (usia 10-24 tahun),  saat ini jumlah remaja di Indonesia mencapai 66,3 juta jiwa. Hal ini berarti 1 diantara 4 populasi penduduk Indonesia adalah remaja. Untuk itu, dalam upaya penyiapan generasi muda dalam mengisi Bonus Demografi tahun 2020-2045, telah dilakukan oleh berbagai pihak dengan cara mengembangkan kualitas remaja. BKKBN sebagai salah satu instansi yang berpartisipasi aktif  dalam pembinaan remaja melalui Program Generasi Berencana (GenRe).

Program GenRe adalah Program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan, berkarier dalam pekerjaan, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.  Program GenRe diperuntukkan bagi remaja (10-24 tahun) yang belum menikah, keluarga-keluarga yang mempunyai anak remaja serta masyarakat yang peduli remaja. Dalam upaya menyongsong era Bonus Demografi di Sumatera Barat, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat  sore ini  bersama Sekretaris Utama BKKBN, Bapak H. Nofrijal, MA didampingi Bunda GenRe Sumatera Barat tahun 2018, Ibu Emi Irdinansyah Tarmizi dan Duta GenRe Sumatera Barat 2016  Awani Yamora Masta menjadi narasumber dalam Talkshow dan Dialog Interaktif dengan peserta dan Forum GenRe Sumatera Barat di TVRI Sumatera Barat. Hadir mendampingi Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Kepala OPD KB Tanah Datar, Kabid. KSPK BKKBN Sumatera Barat, Kabid. KB OPD KB Tanah Datar dan para remaja yang tergabung dalam Forum GenRe Sumatera Barat sebanyak 50 orang.

Dalam kesempatan ini, Sestama BKKBN menyampaikan, ” Saya mengapresiasi acara yang strategis ini, karena Program GenRe yang gencar digaungkan oleh BKKBN seyogyanya sangat bermanfaat bagi penyiapan generasi muda dalam menyongsong era bonus demografi dan revolusi industri 4.0. Remaja disarankan untuk tidak menikah diusia anak, tidak melakukan penyimpangan seksual dan tidak mencoba-coba narkoba. Selanjutnya, para Duta GenRe yang lolos secara berjenjang sampai ke tingkat propinsi ini diharapkan menjadi role model remaja Sumatera Barat untuk tidak terlibat dalam tiga hal diatas. Mereka merupakan orang-orang terbaik, karena telah melalui serangkaian tes, seperti tes kesehatan, tes psikologi maupun pengetahuan mereka terhadap program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga “. Sejalan dengan yang disampaikan Sestama BKKBN, Bunda GenRe Sumatera Barat 2018 berpesan kepada para Duta GenRe , diharapkan para remaja Duta GenRe jangan menyandang gelar Duta GenRe tanpa aksi nyata, karena peran mereka sangat dibutuhkan dalam memberikan contoh yang baik kepada sebayanya. Pendidikan harus menjadi hal yang utama, ditengah pertumbuhan penduduk yang semakin hari semakin bertambah, dan tata ruang yang semakin padat, diharapkan para generasi muda tidak terlena dengan kemajuan teknologi, namun harus mampu mengambil peran agar bisa meraih cita-cita dimasa depan. Selanjutnya Ibu telah komit dan berusaha untuk hadir dalam memberikan dukungan di setiap kegiatan yang berkaitan dengan generasi muda.

Sebagai seorang generasi millenial, Awani Yamora Masta  yang diamanahkan sebagai Duta GenRe Sumatera Barat 2016 dalam kesempatan ini telah memiliki niat dan berikrar untuk menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan sekitar.  Lebih lanjut, saat ini di Forum GenRe Sumatera Barat telah melakukan upaya dalam menyiapkan para remaja dalam menghadapi era bonus demografi dan revolusi industri 4.0, diantaranya dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah dan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) di kampus-kampus yang ada di Sumatera Barat, salah satunya agar para remaja tidak melakukan pernikahan diusia anak. Menikah di usia anak akan mempersempit ruang waktu untuk si anak dalam mengaktualisasikan diri mereka sebagai generasi muda, seperti bersekolah ke tingkat yang lebih tinggi, dan mengembangkan minat dan bakat positifnya. Untuk itu, menikahlah di usia yang tepat, perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Selanjutnya, seorang yang dalam masa remaja  diidentikkan sebagai seorang yang memasuki fase transisi untuk menjadi orang dewasa. Semoga terus semangat untuk meraih cita-cita, sehingga membanggakan orang tua, keluarga serta bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. (Filka Umum&Humas)