Forum GenRe Sumbar Inisiasi Webinar Komen Penting Part 2

Selasa, 14 September 2021, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat yang diwakili oleh Koordinator Bidang KSPK, Ibu Dra. Desra, M.M., memberikan arahan  sekaligus membuka acara, “Webinar Komen Penting” Part 2 yang bertema, “Peran Pemuda dalam Penanggulangan Stunting”.  Peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini sebanyak 236 orang yang terdiri dari OPD KB, Penyuluh Lapangan KB, Forum GenRe dan Duta GenRe Kabupaten Kota se Sumatera Barat, dan Anggota PIK R.

Dalam sambutannya, Ibu Desra menyampaikan, intervensi Stunting di Sumatera Barat, telah melibatkan semua dinas terkait, hingga lini lapangan termasuk generasi muda selaku calon pemimpin bangsa. Hal ini juga dipengaruhi oleh struktur penduduk Indonesia yang saat ini didominasi oleh generasi muda yang usia produktif. Untuk itu, guna berperan pada aspek hulu dan preventif, maka Perwakilan BKKKBN Sumatera Barat merasa perlu menyelenggarakan acara ini dengan memberikan materi tentang stunting.

Hasil Riset Kesehatan Dasar  2018, remaja yang menikah usia 16 tahun, angkanya masih 15,6 persen secara nasional. Melihat hal ini, tentu perlu melakukan advokasi secara simultan kepada masyarakat agar hal ini bisa diminimalisir. Kita bisa lebih aktifkan GenRe, tarang taruna, remaja masjid, dan semua kelompok, kita berikan materi bahaya stunting ini. Peran orang tua juga sangat vital dalam menciptakan remaja yang paham stunting, seperti halnya mereka pahan akan gizi dan hidup sehat dan pola asuh. Kegiatan ini sangat strategis karena akan mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting ke 14 persen tahun 2024.

Selanjutnya, narasumber pertama dalam acara virtual meeting kali ini, ada Bapak Dedy Agustanto, S.Kom, M.Pd,T. dengan materi “Komen Penting”  Part 2 Keroyokan Menggarap Penanggulangan Stunting di Sumatera Barat. Beliau menjelaskan, Berdasarkan masih tergolong tingginya angka stunting secara nasional, maka Presiden telah mengeluarkan amanat sebagai koordinator intervensi stunting kepada BKKBN, pada 25 Januari 2021. Hak ini tentu untuk membantu pemerintah mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024, diposisi 14 persen.

Pada bulan Agustus 2021, telah terbit Peraturan Presiden 72 Tahun 2021 tentang Intervensi Stunting. Peraturan Presiden tersebut menyebutkan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Memiliki tinggi badan dan perkembangan kecerdasan yang dibawah standar .

Intervensi stunting dilakukan bersama-sama lintas sektor, seperti orang perseorangan, masyarakat, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, media massa, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan mitra pembangunan yang terkait percepatan penurunan stunting.

Intervensi yang dilakukan ada intervensi gizi spesifik untuk mencegah terjadinya stunting dalam rangka menyukseskan 1000 hari pertama kehidupan, yang porsinya 30 persen. Selanjutnya intervensi gizi sensitif sebagai upaya mencegah stunting secara tidak langsung diluar sektor kesehatan yang porsinya 70 persen, termasuk BKKBN. untuk itu, remaja sebagai geberasi bangsa diharapkan mampu memperhatikan 10 dimensi dalam kesiapan berkeluarga, seperti :

Pertama, kesiapan usia. Usia ideal menikah bagi perempuan diatas 21 tahun dan laki-laki diatas 25 tahun. Kedua, kesiapan finansial. Memiliki penghasilan untuk kebutuhan dan tabungan. Ketiga, kesiapan fisik. Organ reproduksi dan fisik lainnya. Keempat, kesiapan mental. Mampu mengelola stres. Kelima, Kesiapan emosional. Mampu mengelola perasaan dan emosi. Keenam, kesiapan sosial. Mampu bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat dan keluarga besar.

Ketujuh, kesiapan moral. Memiliki dan mengajarkan moral kepada anak dan keluarga. Kedelapan, kesiapan interpersonal. Mampu berinteraksi dengan orang yang berlatarbelakang berbeda. Kesembilan, kesiapan keterampilan hidup. Mampu hidup mandiri. Kesepuluh, Kesiapan intelektual. Kemampuan intelektual juga tercermin dari aktivitas maupun bertingkahlaku.

Narasumber yang kedua adalah The Winner Duta GenRe Indonesia Kategori Putri, Chintia Mutiara Zeni, yang menyampaikan materi tentang Pentingnya Kesehatan Reproduksi Bagi Remaja. Sedangkan moderator dalam kegiatan ini Puti Nilam Sari, Duta GenRe