Kegiatan Sosialisasi Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra Tahun 2021

Kegiatan Sosialisasi Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra Tahun 2021 (Komisi IX DPR RI).
dr. H. Suir Syam, M. Kes, MMR (anggota Komisi IX DPR RI) dalam arahannya mengatakan masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, yaitu pada saat janin sampai usia 2 tahun. Pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai, orang tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Lebih lanjut ia mengatakan pengaturan jarak kehamilan dan perencanaan jumlah anak dapat dilakukan dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Salah satu tujuan ber KB untuk menghindari “EMPAT TERLALU”, yaitu Terlalu sering melahirkan (lebih dari 2 anak), Terlalu dekat jarak antar kehamilan (kurang dari 2 tahun), Usia terlalu muda saat hamil (kurang dari 20 th), dan usia terlalu tua saat hamil (lebih dari 35 tahun), ucapnya.

Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN, Nofrijal, SP. MA turut hadir pada kegiatan ini, ia mengatakan pendewasaan usia perkawinan (PUP) adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga mencapai usia minimal pada saat perkawinan yaitu 21th bagi wanita dan 25 tahun bagi pria. PUP bukan sekedar menunda sampai usia tertentu saja tetapi mengusahakan agar kehamilan pertama pun terjadi pada usia yang cukup dewasa, imbuhnya.

Koordinator Bidang Adpin Perwakilan BKKBN Sumbar, Drs. Budi Mulia, M. Si pada kesempatan ini mengatakan dengan ditunjuknya Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, sebagai ketua pelaksana program percepatan penurunan stunting oleh presiden, Joko Widodo, maka tugas yang diembat oleh BKKBN semakin bertambah. Sebagai implikasi mandatory ini, BKKBN sudah membentuk Satgas penanganan Stunting diseluruh Provinsi di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya, ucap koordinator bid Adpin.