Pencegahan Stunting Masuk Proyek Prioritas Nasional

Kegiatan Proyek Prioritas Nasional (Pro – PN) dan KIE 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam pencegahan dan penanggulangan stunting masuk dalam kegiatan utama pemerintah. Ada 10 Kementrian Lembaga yang mengurusi permasalahan stunting ini dan BKKBN masuk kedalam bagian untuk pencegahan stunting tersebut. Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat hari ini melakukan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Prioritas Nasional (Pro – PN)” dengan mengusung tema “AYO CEGAH STUNTING dengan mengoptimalkan pengasuhan pada masa 1000 HPK di Kelompok BKB” bertempat di Hotel Rangkayo Basa Padang. Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 yang lalu terdapat 2 daerah yang ditetapkan oleh Bappenas Republik Indonesia sebagai daerah rawan stunting yaitu Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat. Sedangkan pada tahun 2019 ini bertambah 1 daerah yang masuk ke dalam kategori rawan stunting yaitu Kabupten Solok. Dari 3 daerah ini terdapat 37.992 keluarga yang terdampak stunting dengan rincian 13.753 keluarga di Kabupaten Pasaman, 9.871 keluarga di Kabupaten Pasaman Barat dan 14.368 keluarga di Kabupaten Solok.

Tahun 2018 Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat sudah terlebih dahulu dilakukan intervensi pencegahan stunting, dan pada tahun ini akan terus dilakukan monitoring dan pembinaan untuk mengoptimalisasikan Kelompok BKB pada masa pengasuhan 1000 HPK. Sedangkan untuk Kabupaten Solok pada tahun 2019 ini akan dilaksanakan Sosialisasi Materi Pengasuhan pada 1000 HPK kepada keluarga yang memiliki anak Baduta dan Ibu Hamil di 10 Desa/Nagari.

Ketua Pelaksana kegiatan Dra. Nurbaiti Djabang, M.Si, Kasubbid Balita, Lansia dan Anak (Balnak) Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat menyampaikan “untuk lebih mengoptimalkan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) yang ada di 3 daerah rawan stunting dan 1000 HPK tersebut, akan dibekali dengan BKB Kit yang khusus dirancang dalam melaksanakan intervensi stunting di kelompok BKB”. Lebih lanjut Bu Bet sapaan akrab Kasubbid Balnak mengatakan, semua BKB Kit yang disediakan untuk 3 daerah rawan stunting ini pengadaannya menggunakan dana dari DIPA Satker Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Tahun 2019.

Sejalan dengan itu H. Syahruddin, SH, M.Si Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, didepan 100 peserta yang terdiri dari Penanggung Jawab Program Pro – PN di 3 Kabupaten, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Koordinator Lapangan KB, UPT KB Kecamatan dan Kader BKB mengatakan “1000 HPK merupakan periode yang sensitif pada pertumbuhan janin/bayi, karena bila tidak diperhatikan akan mengakibatkan perkembangan pertumbuhan fisik, mental dan otak yang tidak sesuai”. Kegiatan pencegahan stunting ini merupakan amanat dari Nawacita Presiden Republik Indonesia dan BKKBN mendapat mandat untuk menjalan 3 Cita yaitu Cita ke – 3 membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, Cita ke – 5 meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan Cita ke – 8 melakukan revolusi karakter bangsa melalui revolusi mental.(fathur/humas)