Kaper BKKBN Sumbar Bicara Stunting dan Ketahanan Keluarga

UNP, Rabu 18 Januari 2023.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Fatmawati, ST, M.Eng menjadi narasumber pada kegiatan seminar ketahanan keluarga: Membangun keluarga tangguh melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah, bertempat di Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Negeri Padang.
Kegiatan ini dibuka oleh wakil rektor 1 UNP Dr. Refnaldi, S. Pd, M.Litt.
Pada kesempatan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati memberikan materi tentang “Peran BKKBN dalam mendukung ketahanan keluarga”.

Menurutnya ketahanan dan ketahanan keluarga adalah kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik materil guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan kebahagiaan lahir dan batin.

Sementara itu untuk tujuannya adalah terbangunnya ketahanan keluarga balita dan anak serta kualitas anak dalam memenuhi hak tumbuh kembang anak, terbangunnya ketahanan keluarga remaja dalam menyiapkan kehidupan berkeluarga, meningkatnya kualitas lansia dan pemberdayaan keluarga rentan sehingga mampu berperan dalam kehidupan keluarga dan terwujudnya pemberdayaan ekonomi keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Disisi lain Fatmawati menyebutkan bahwa penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi selama hamil dan kebutuhan gizi anak kurang tercukupi, sedangkan faktor pendukung penyebab stunting lainnya yaitu, kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil dan setelah melahirkan, terbatasnya akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan kehamilan dan postnatal (setelah melahirkan), kurangnya akses air bersih dan sanitasi serta masih kurangnya akses makanan bergizi karena tergolong mahal.

Kaper BKKBN Sumbar mengatakan bahwa dampak stunting jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik, gangguan metabolisme dalam tubuh, sedangkan dampak jangka panjangnya adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah terpapar penyakit serta meningkatnya resiko memiliki penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke dan disabilitas pada usia tua, ungkap Fatmawati.